Ke Jambi, Jangan Lupa ke Taman Bumi yang Menarik Hati “Geopark Merangin”

0
176
Foto: Ist.

Travel Journalism, Jambi – Keindahan alam dan kearifan budaya lokal yang beraneka ragam, sektor pariwisata di Jambi sangat pontensial dikembangkan sebagai salah satu pendorong laju pertumbuhan ekonomi. Tidak hanya di daerah-daerah tujuan wisata yang sudah cukup familiar hingga kemancanegara seperti Candi Muaro Jambi , Gunung Kerinci dan Kebun teh kayu aro, beberapa wilayah di Jambi  kini menjelma menjadi salah satu alternatif objek wisata.

Berbagai objek wisata yang muncul masih dikelola secara lokal oleh komunitas masyarakat sekitar. Ambil contoh Kabupaten Merangin. Dianugerahi kontur geografis berupa taman bumi dengan keasrian hutan tropis serta keindahan Fosil kayu yang berumur hampir 350 tahun, dengan air terjun jernih yang mengalir menjadi sungai-sungai, wilayah Merangin sangat potensial dikembangkan menjadi kawasan ekowisata.

Lokasi Geopark Merangin

Geopark Merangin berada di Kabupaten Merangin, tepatnya di Desa Air Batu dan Dusun Baru, Kecamatan Pemberap.

Jarak lokasi Geopark ini dari pusat Kota Jambi terbilang tidak terlalu jauh. Anda hanya membutuhkan waktu tidak lebih dari 6 Jam untuk bisa berada di Desa Air Batu dengan menggunakan kendaraan bermotor. Untuk bisa berada di lokasi pastinya sendiri, Anda membutuhkan waktu sekitar 3 jam dengan berjalan kaki ataupun menyusuri sungai dengan arung jeram.

Akses menuju Geopark Merangin

Untuk menuju ke lokasi fosil flora Geopark Merangin, Anda dapat menggunakan dua buah akses masuk. Akses yang pertama adalah dengan berjalan kaki mengitari hutan di pinggiran sungai. Untuk menempuh lokasi fosil flora dengan berjalan kaki, Anda membutuhkan waktu sekita 3 jam dengan berjalan kaki.

Akses yang kedua adalah melalui kegiatan susur sungai. Akses yang kedua ini terbilang jauh lebih menarik dibandingkan dengan akses yang pertama. Anda dapat melakukan kegiatan rafting ataupun arung jeram untuk menggapai lokasi tepat fosil flora di Geopark Merangin ini. Meskipun terbilang jauh lebih menyenangkan, akan tetapi dibutuhkan nyali, tenaga, dan biaya yang tidak sedikit untuk mengunjungi Geopark Merangin dengan cara yang kedua ini.

Fasilitas dan Akomodasi

Fasilitas dan akomodasi di wisata alam yang satu ini dapat dikatakan cukup memadai. Meskipun tidak bisa dibilang mewah, akan tetapi untuk keperluan transportasi dan penginapan, Anda dapat menemukan berbagai layanan jasa dengan cukup mudah.

Untuk akomodasi transportasi, Anda dapat menggunakan bis angkutan ataupun menyewa mobil dari pusat Kota Jambi, sedangkan untuk akomodasi dan fasilitas penginapan, Anda dapat menyewa berbagai macam homestay yang disediakan oleh penduduk setempat. Meskipun dengan kondisi seadanya dan jauh dari kata mewah, fasilitas penginapan homstay ini terbilang cukup murah dan nyaman untuk ditinggali.

Untuk bisa menikmati keindahan wisata alam yang satu ini, Anda perlu mengeluarkan sejumlah biaya. Untuk kegiatan tracking menuju lokasi geopark, Anda perlu menyewa seorang guide dengan biaya 100 ribu rupiah per orangnya, sedangkan untuk biaya penyewaan perahu karet, Anda diwajibkan menggelontorkan dana sebesar 600 ribu. Satu buah perahu dapat digunakan untuk 5 orang pengunjung dan satu orang pemandu. Biaya pemandu perahu sendiri sudah termasuk kedalam biaya sewa perahu ini.

Untuk keperluan penginapan, Anda dapat menyewa homestay dengan biaya rata-rata sekitar 200 ribu rupiah untuk satu malamnya. Satu buah homestay biasanya dapat digunakan untuk sekitar 10 orang pengunjung sekaligus.

Butuh Perhatian Lebih

Geopark Merangin, Jambi, sepertinya butuh perhatian lebih dari pemerintah kabupaten, provinsi maupun pusat.   Pasalnya  Lokasi menuju Geopark Merangin ini masih belum terkelola dengan baik. Pemerintah setempat masih belum mensuport secara serius untuk tempat wisata di jambi ini. Padahal jika dikelola dengan baik, objek wisata ini dipastikan akan mendatangkan pemasukan yang tidak sedikit.

warisan dunia ini dipastikan akan pudar keasriannya jika tidak dipelihara dengan terstruktur.Pasalnya belum lama ini ada aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin(PETI) di sepanjang aliran sungai kawasan ‘geopark’ Merangin itu, beruntung warga desa cepat melapor ke bupati setempat.

Razia itu dilakukan menyisiri aliran sungai Batang Merangin kawasan ‘geopark’ menggunakan perahu karet. Petugas dan petinggi di Kabupaten Merangin itu menemukan lima titik aktivitas PETI. Di setiap titik terdapat mesin dompeng dan kompresor sebagai alat aktivitas PETI.

Kawasan ‘geopark’ Merangin merupakan kawasan yang sudah di SK-an Menteri ESDM sebagai kawasan ‘geopark’ Nasional. Artinya kawasan ‘geopark’ tidak bisa diganggu oleh aktivitas PETI.Masyarakat belum menyadari kalau ‘geopark’ Merangin ini merupakan fosil bumi yang nilai seninya luar biasa. jika aktivitas PETI ini dibiarkan jelas sangat mengganggu ekosistem di ‘geopark’ Merangin.

Peran Pers Mahasiswa Terhadap Pariwisata ini

Dengan melibatkan pers mahasiswa, sudah bisa dipastikan bahwa pariwisata yang luar biasa, milik bangsa ini bisa lestari. Selain itu, pers mahasiswa juga merupakan generasi muda yang harus menjadi generasi mandiri, memiliki pemikiran yang positif, dan mencintai budayanya sendiri. Jadi, dengan memberikan kesempatan kepada generasi muda untuk menunjukan jati diri sebagai bagian dari bangsa ini, merupakan hal yang sudah sepatutnya dilakukan. Tentu saja hal tersebut harus dilakukan dengan sepenuhnya dan dirancang sedemikian rupa. Namun, semua itu dapat terwujud melalui peran konkrit dari pemerintah terkait. Sehingga, apa yang menjadi tujuan bangsa ini yaitu mengenalkan pariwisata ke mancanegara lewat peran pers mahasiswa dapat terwujud.

Peran pers dalam pengembangan pariwisata unggulan sangat besar dan pada gilirannya melalui informasi yang akurat, faktual, berimbang, menarik dan melalui pemberitaan yang bertanggungjawab akan menghasilkan suatu multiplier effect perkembangan ekonomi kerakyatan, sehingga dengan demikian julukan “Nyamuk Pers” yang dulu sering terdengar tidak pada tempatnya tapi insan pers lebih tepat dijuluki “Tawon Pers” yang dapat menghasilkan madu yang menyehatkan.[]

Penulis adalah Wenda Sepira, mahasiswi dari Universitas Batanghari, Jambi. Wenda merupakan salah satu peserta PJTLN “Jurnalisme Wisata” yang diadakan oleh Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) DETaK Unsyiah di Aceh.

LEAVE A REPLY