Diskusi Fotografi Bareng APFI Aceh

0
82
Foto bersama APFI di Banda Aceh usai sharing "wedding photography". (TJ/Tri Hanstama Nogie)

Travel Journalism, Banda Aceh – Asosiasi Profesi Fotografi Indonesia (APFI) Pengurus Daerah (Pengda) Aceh rutin lakukan diskusi santai mengenai dunia fotografi yang juga menjadi agenda silaturahmi sesama fotografer. Dengan tema “wedding photography” yang diselenggarakan pada Jumat malam, 15 September 2017 dihadiri puluhan fotografer dari berbagai komunitas di Aceh.

Kali ini kru DETaK TRAVEL Riska Iwantoni, Rio Alfinda, dan Tri Hanstama Nogie Arif berkesempatan mengikuti acara bincang foto sambil ngopi ala APFI yang biasa dilakukan dengan santai di warkop-warkop setiap bulan, peserta yang hadir pun dari berbagai daerah dengan suguhan tema yang berbeda. Wedding photography kali ini menghadirkan pemateri Dhani Al Fahmi, ia banyak berbagi mengenai tips-tips tentang profesi yang ditekuninya.

Sesi perkenalan dengan pemateri. (TJ/Riska Iwantoni)
Sesi perkenalan dengan pemateri. (TJ/Riska Iwantoni)

“Yang paling penting dari fotografer adalah tanggungjawab, tidak semua klien bisa menerima maaf dengan nilai rupiah. Karena moment tidak bisa diulang,” paparnya kepada peserta.

Diskusi malam ini semakin hidup dengan sesi tanya jawab dengan pemateri, jangan bayangkan sesi tanya jawab formal ya. Dalam diskusi ini setiap peserta diberikan kebebasan menanyakan apa saja, dan yang menjawab juga boleh siapa saja.

Zulfandi, panitia penyelenggara menilai fotografer di Aceh saat ini banyak yang berbakat, namun karena tidak menemukan ilmu dan tidak dikembangkan secara mendalam akhirnya tidak maksimal. Selain itu katanya untuk menjadi fotografer bukan dinilai dari harga kamera yang digunakan.

“Oleh karenanya kita lakukan rutin kegiatan seperti ini, kita membuka ruang untuk kalangan umum untuk berbagi ilmu bersama. Nah, karena kegiatan kita ini tanpa sponsor jadi diskusinya free, ngopinya bayar sendiri,” katanya kepada ­detak-unsyiah.com usai acara.[]

Published by Riska Iwantoni

LEAVE A REPLY